Kita bertemu diderunya air menari dengan hentakannya
menyanyikan lagu apa kabarmu.
Matahari menyengatmu terbakar
tapi tak kering karena peluh.
Perihnya mata ini memerah oleh garam kesakitan
berganti sajian nikmat keluh kesah kita.
Aku belum lelah, sobat
Sejak waktu itu kamu ada bersamaku
dari ujung kusendengkan kepalaku memandang buih putih.
di koral pahatanku yang terlarang
Kemarin lusa dan tahun belum berganti,
aku berselingkuh pada nyamannya pasir
hingga pasang menyeret melenyapkan.
sayup-sayup gelak mendekat
Lembayung tadi sudah berlalu.
mercusuar meréka lagi jejak jumpa.
tidak terhapus pijakanmu, rekanku.
Kuselimuti palma.. hmm..ini penghargaanku.
Pagi ini, batas tanah lembab meramu ukiran asa.kita
Akasia merah muda dan putih sudah berembun
yaah setidaknya bukan kembang berduri laah..
Sahabatku, kelak angin terlampau liar berhembus
nyanyian terdengar sedikit berbeda dari sebelumnya
resonansi musim berikut, menapaklah.
saling menatap bukan meratapi keangkuhan alam ini.
untuk sahabatku...
mari berdebat, bertengkar dan menguatkan lagi seakan kita adalah mahasiswa baru yang suka berbuat bodoh dan konyol dengan idealis kita.
SELAMAT PAGI!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar