Setelah menyelesaikan tugas di Jakarta, saya menghabiskan malam terakhir di sana untuk berjalan-jalan sekedar mengetahui kehidupan malam (baca : prostitusi) yang ada di sini bersama sahabat terbaik saya. Ini adalah kebiasaan yang selalu dilakukan ketika kami berjumpa..hanya untuk membunuh waktu malam..hahaha..
Adalah sebuah tempat yang mungkin tidak asing bagi warga sekitar Jakarta Utara yaitu Kalijodo. Tepatnya di Jalan Kepanduan. Suatu jalan yang tidak lebar. Di salah satu sisi ada sungai dan sepanjang jalan itu banyak pub atau cafe berjejer dan tidak sedikit kupu-kupu malam duduk atau berdiri di depannya.
Kami memutuskan untuk memarkir motor dan iseng untuk masuk ke dalam gang-gang sempit. Ketika kutelusuri ada hal unik yang kutemui. Ada sebuah Gereja dan Musola di situ. Namun bukan itu yang menarik perhatianku. Di pinggir salah satu wisma ada seorang anak laki-laki umurnya sekitar 10 tahun sedang jongkok sambil melihat kiri kanannya. Anak itu kemudian bangkit dan berbicara kepada seorang perempuan .Perempuan itu marah lalu dengan gerakan terlihat seperti mengusir untuk menjauh darinya. Anak itu kembali jongkok dan menunduk sambil menangis.
Keluar dari gang-gang sempit saya melewati jalan utama. Ada bayi yang digendong oleh seorang laki-laki dan mengajak bercanda bersama perempuan-perempuan. Setelah setengah jam berkeliling kami memutuskan untuk pulang dan segera menuju tempat parkir di ujung jalan. Dalam perjalanan saya kembali melihat anak balita perempuan memakai celana dalam dan kaos lusuh bermain dengan salah satu pemuda yang mungkin adalah salah satu makelar .
Saya menghargai pekerjaan mereka. Entah itu makelar atau bahkan kupu-kupu malam. Namun, bagaimana nasib masa depan anak-anak dan bayi tadi yang telah melihat betapa kerasnya kehidupan ini. Semoga saja mereka tidak menelan mentah-mentah apa yang dilihatnya dan berusaha memiliki pekerjaan yang lebih layak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar