Welcome

Kocok kembali otakmu di blog ini.

Januari 09, 2013

Sebatang Rokok

Cukup banyak kisah mengenai pengalaman sahabat saya tentang rokok. Hampir tiap update status facebooknya selalu berkaitan dengan rokok dan dibahasakan dengan kalimat yang puitis.. Ia menganggap sahabatnya adalah sebatang rokok atau mungkin pasangan hidupnya adalah rokok. Sempat saya berpikir sahabatku ini agak sedikit aneh, norak, entahlah..

Kali ini saya harus mengakui bahwa rokok menyimpan sejuta cerita bagi penikmatnya. Ini adalah pengalaman pribadiku tentang rokok. Saya mempunyai seorang sahabat yang membuat saya memahami kebersamaan dibalik rokok. Kami berdua seorganisasi di perhimpunan pers mahasiswa dan perokok aktif.


Tahun lalu, minggu ketiga bulan September 2012 setelah momen musyawarah kerja nasional  yang sangat menguras fisik dan mental, kami duduk bersama dengan teman-teman lain di salah satu warung kopi pinggiran tak jauh dari tempat kami musyawarah. Hari itu aku sudah tidak punya cukup banyak uang untuk menikmati minuman yang menyegarkan seperti es teh atau es jeruk. Di dompektu hanya ada 22.000 rupiah dan pas untuk ongkos bus ekonomi dan bayar sewa penitipan motor yang kutinggalkan di dekat terminal.

Menjelang pulang menuju terminal Purabaya, ia memberikan separuh isi dari bungkus rokok yang baru saja dibelinya dengan korek gas. "Ini separuh buatmu.. buat ngisi waktu nganggur..sama koreknya sekalian. Korekmu ilang to?!" ujarnya.

Sesampainya di terminal ternyata bus ekonomi tujuan Malang sudah tidak ada. Waktu itu sekitar pukul 10 malam dan bus tujuan Malang beroperasi kembali pukul 02:15 WIB untuk Patas dan ekonomi baru ada pukul 03:00 WIB. saya pasrah menunggu di terminal  sambil ditemani satu per satu rokok hingga jam 1 dan tertidur sampai dibangunkan oleh orang disekitar saya.


3 hari yang lalu kesempatanku membalas budi dengan sebungkus rokok dan kuantar hingga ia naik bus dan bus tersebut benar-benar berangkat keluar dari terminal Arjosari.


Saya menyebutnya perspektif persahabatan. Perspektif yang selalu dibuang jauh-jauh oleh perokok pasif (yang ngakunya) pendukung kesehatan. Suatu saat saya yakin merokok dari perspektif persahabatan akan lebih diperhatikan untuk tujuan gerakan yang massive dan positif lepas dari akibat negatifnya. Sampoerna Hijau pernah mengangkat hal tersebut. Iklannya tersirat ada rokok Sampoerna Hijau dibalik persahabatan mereka.

Mungkin sebuah gerakan revolusioner untuk bangsa ini kedepannya diawali dari sebatang rokok...bisa saja..

Tidak ada komentar:

Pages