Welcome

Kocok kembali otakmu di blog ini.

Januari 04, 2013

Pesan lewat pasir pantai


gambar ga penting...
memang.
saya gambar ini di pasir pantai..
agak narsis memang..nulis nama sendiri di pasir pantai.
lumayan lah.. dari pada narik garis dan nulis "I love bla bla.." atau " I wuz here"..lebih norak lagi.

menggambar ini mengabiskan waktu 15 menitan dan dua menit setelah kutinggalkan tersapu ombak berbuih..
terima kasih..bukan kepada penguasa laut selatan.. tapi kepada air yang menari bergulung.
 

terima kasih karena salamku sudah disampaikan kepadanya. Hey! Aku memberi salam padamu sambil duduk di pinggir pantai dipagi hari subuh atau saat langit lembayung seperti permintaanmu. Saya masih ingat katanya.. "Laut bukan pemisah daratan,kawan. Ombak ganas tu uluran tangan supaya lu ingat pulang.. dia menari sambil bernyanyi bawa pesan lewat irama hentakan. Kasitau lewat ini sa,do..tulis sa di pasir..sonde nyambung deng lu pung pesan ju sonde jadi soal..air yang jd pnerjemah.. unik to?!" 

hal konyol..stupid thing..
sama sekali ga romantis dan ga keren..umum banget! apanya yang unik?!


biasanya saya menulis kata "hallo" "hey" nama pantai, tanggal saya menulis,...selain nulis nama sendiri..bahkan "SOS" juga pernah.. hehehe..

ritual konyol yang biasa kulakukan tiap menjumpai pantai hampir 6 tahun ini..
Laut lepas bagiku adalah kebebasan.. ombak besar yang bergulung itu layaknya napi yang divonis 50 tahun dipenjara dan baru selesai masa hukumannya..
Langit sorenya lebih indah dari warna pelangi.

Sayangnya, makhluk hidup yang paling unggul di bumi belum bisa sebebas laut lepas. hahaha..

Tidak ada komentar:

Pages